http://www.mediafire.com/view/osntlo7uodbogly/DONGENG%20ANAK%20PAUD.docxUlar Berbisa dan Burung Elang
Seekor ular berbisa, berhasil
mengejutkan dan melilitkan dirinya pada seekor burung elang yang hinggap di
pohon. Sang Elang yang tidak bisa mematuk dengan paruhnya ataupun mencakar sang
Ular dengan cakarnya, naik terbang tinggi ke angkasa dan berusaha melepaskan
lilitan ular tersebut. Tetapi sang Ular melilitnya makin kencang dan
perlahan-lahan, sang Elang yang tercekik, kembali terbang turun ke permukaan
tanah.
Satu orang desa yang melihat
pertarungan ini, menaruh belas kasihan kepada sang Elang, dan dengan cepat ia
menolong sang Elang, melepaskan lilitan ular hingga sang Elang dapat terbebas.
Ular berbisa yang tadinya melilit sang
Elang menjadi sangat marah, dan karena sang Ular tidak memiliki kesempatan
mematuk orang itu, sang Ular mematuk tempat air minum yang berada di pinggang
warga desa tersebut, sambil mengeluarkan bisa dari taringnya yang tajam kedalam
tempat air minum.
Orang desa yang tidak menyadari
perbuatan sang Ular, melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Saat dia
merasa kehausan di perjalanan, orang desa tersebut singgah pada sebuah sumber
mata air yang ditemuinya dan mengisi tempat air minumnya dengan air. Saat itulah
kepakan sayap yang besar terdengar turun menyambar, dan sang Elang yang tadi
diselamatkan oleh orang desa ini, mengambil tempat air minum penyelamatnya,
lalu membawa tempat air itu terbang jauh untuk disembunyikan di tempat yang
tidak akan pernah ditemukan orang.
Perbuatan baik akan
mendapatkan balasan yang baik.
Nimmy Nimmy Not, Namaku Tom Tit Tot
Pada suatu masa, ada seorang wanita
yang memasak 5 buah kue. Dan saat kue itu dikeluarkan dari oven, terdapat
sedikit bagian pinggiran yang keras karena hangus. Karena itu dia berkata
kepada putrinya:
"Putriku, simpanlah kue-kue ini ke
atas rak, dan biarkanlah kue itu disana sementara waktu, karena bagian yang
sedikit hangus, akan perlahan-lahan menjadi lunak nantinya."
Tetapi putrinya salah mendengarkan
perintah ibunya dan menyangka ibunya menyuruh ia untuk memakan semua kue
tersebut sehingga Ia pun memakan semua kue-kue itu sekaligus.
Saat makan siang tiba, sang Ibu meminta
agar anaknya mengambil kue yang berada di atas rak, tetapi putrinya berkata
bahwa kue tersebut telah habis di makannya. Sang Ibu menjadi sedikit kecewa,
mengambil alat pemintalnya dan mulai memintal sambil bernyanyi:
"Putriku memakan
5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
Seorang raja yang kebetulan lewat dan
mendengarnya menyanyi, datang mendekat karena ingin mendengar lebih jelas syair
lagu yang dinyanyikan oleh sang Ibu. Sang Raja pun bertanya,
"Apa yang engkau nyanyikan, wahai
ibu yang baik?"
Sang Ibu yang merasa malu apabila sang
Raja mendengar apa yang diperbuat oleh putrinya, mengubah syair lagunya
menjadi:
"Putriku
memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Wah!" kata sang Raja,
"Saya tidak pernah mendengar ada orang yang mampu berbuat seperti
itu."
Kemudian dia berkata lagi: "Saya sudah lama
ingin mencari pendamping hidup, dan saya akan menikahi putrimu dengan
beberapa persyaratan," katanya lebih lanjut, "sebelas bulan
pertama, dia boleh memakan apapun yang dia inginkan dan memakai pakaian dan
gaun apapun yang dia sukai, memiliki pelayan berapapun yang dia inginkan; tetapi
pada akhir bulan, dia harus memintal 5 gulungan emas setiap hari, jika tidak,
putrimu akan saya selengkapnya klik di SINI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar