Senin, 13 April 2015

Dongeng Anak PAUD












Seekor ular berbisa, berhasil mengejutkan dan melilitkan dirinya pada seekor burung elang yang hinggap di pohon. Sang Elang yang tidak bisa mematuk dengan paruhnya ataupun mencakar sang Ular dengan cakarnya, naik terbang tinggi ke angkasa dan berusaha melepaskan lilitan ular tersebut. Tetapi sang Ular melilitnya makin kencang dan perlahan-lahan, sang Elang yang tercekik, kembali terbang turun ke permukaan tanah.
Satu orang desa yang melihat pertarungan ini, menaruh belas kasihan kepada sang Elang, dan dengan cepat ia menolong sang Elang, melepaskan lilitan ular hingga sang Elang dapat terbebas.
Ular berbisa yang tadinya melilit sang Elang menjadi sangat marah, dan karena sang Ular tidak memiliki kesempatan mematuk orang itu, sang Ular mematuk tempat air minum yang berada di pinggang warga desa tersebut, sambil mengeluarkan bisa dari taringnya yang tajam kedalam tempat air minum.
Orang desa yang tidak menyadari perbuatan sang Ular, melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Saat dia merasa kehausan di perjalanan, orang desa tersebut singgah pada sebuah sumber mata air yang ditemuinya dan mengisi tempat air minumnya dengan air. Saat itulah kepakan sayap yang besar terdengar turun menyambar, dan sang Elang yang tadi diselamatkan oleh orang desa ini, mengambil tempat air minum penyelamatnya, lalu membawa tempat air itu terbang jauh untuk disembunyikan di tempat yang tidak akan pernah ditemukan orang.
Perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik.








Nimmy Nimmy Not, Namaku Tom Tit Tot
Pada suatu masa, ada seorang wanita yang memasak 5 buah kue. Dan saat kue itu dikeluarkan dari oven, terdapat sedikit bagian pinggiran yang keras karena hangus. Karena itu dia berkata kepada putrinya:
"Putriku, simpanlah kue-kue ini ke atas rak, dan biarkanlah kue itu disana sementara waktu, karena bagian yang sedikit hangus, akan perlahan-lahan menjadi lunak nantinya."
Tetapi putrinya salah mendengarkan perintah ibunya dan menyangka ibunya menyuruh ia untuk memakan semua kue tersebut sehingga Ia pun memakan semua kue-kue itu sekaligus.
Saat makan siang tiba, sang Ibu meminta agar anaknya mengambil kue yang berada di atas rak, tetapi putrinya berkata bahwa kue tersebut telah habis di makannya. Sang Ibu menjadi sedikit kecewa, mengambil alat pemintalnya dan mulai memintal sambil bernyanyi:
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
Seorang raja yang kebetulan lewat dan mendengarnya menyanyi, datang mendekat karena ingin mendengar lebih jelas syair lagu yang dinyanyikan oleh sang Ibu. Sang Raja pun bertanya, 
"Apa yang engkau nyanyikan, wahai ibu yang baik?"
Sang Ibu yang merasa malu apabila sang Raja mendengar apa yang diperbuat oleh putrinya, mengubah syair lagunya menjadi:
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Wah!" kata sang Raja, "Saya tidak pernah mendengar ada orang yang mampu berbuat seperti itu."
Sang Putri dan makhluk hitam yang memiliki ekor panjangKemudian dia berkata lagi: "Saya sudah lama ingin mencari pendamping hidup, dan saya akan menikahi putrimu dengan  beberapa persyaratan," katanya lebih lanjut, "sebelas bulan pertama, dia boleh memakan apapun yang dia inginkan dan memakai pakaian dan gaun apapun yang dia sukai, memiliki pelayan berapapun yang dia inginkan; tetapi pada akhir bulan, dia harus memintal 5 gulungan emas setiap hari, jika tidak, putrimu akan saya 
selengkapnya klik di SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar