Senin, 13 April 2015

contoh PTK TK










BAB. I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Sejak usia dini anak sudah dikenalkan menggambar. Dalam pembelajaran di TK kebanyakan guru kurang memperhatikan hasil belajar anak terhadap pembelajaran yang satu ini. Guru sering menggunakan menggambar sebagai pembelajaran relaksasi pada anak tanpa memperhatikan hasil karya anak sehingga didapati hasil karya anak dalam pembelajaran menggambar terkesan tanpa arahan.
Pada prinsipnya kegiatan menggambar yang dilakukan oleh anak merupakan kegiatan naluriah, seperti halnya kegiatan makan, minum, berbicara, dan bercerita kepada orang lain. Kegiatan menggambar bersamaan dengan kegiatan orang lain seperti memilih dan mengenakan pakaian yang dilakukan oleh anak. Rasa seni dimulai dengan bagaimana anak bisa menata benda-benda disekitarnya. Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh anak, maka pendidik perlu segera mendidik dan membimbingnya.
Ditjen Dikdasmen, (2006), tentang standar kompetensi kelompok B, menyebutkan bahwa anak mampu mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan, imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Kemudian dalam hasil belajar anak, diharapkan agar dapat menggambar sederhana dengan berbagai media seperti arang, kapur, crayon, pensil warna, pastel dan lain-lain. Untuk saat ini tuntutan dari kurikulum tersebut belum bisa direalisasikan di TK Melati
Khusus dalam pembelajaran menggambar di TK Melati anak masih kurang kreatif dalam menggambar. Hal ini terlihat dari hasil karya anak dalam menggambar. Coretan yang dihasilkan anak masih berkesan umum dan menampilkan gambar yang sama setiap pengerjaan tugas menggambar. Misal: anak hanya menggambar rumah saja, anak menggambar gunung saja, atau anak menggambar pohon saja. Selain itu ketika anak diberikan tugas untuk mengambar suasana kelas sering ramai, anak sering jalan-jalan sendiri dan tidak serius dalam menggambar.
Melihat kondisi yang seperti ini penulis mencoba meningkatkan kreatifitas anak dalam menggambar melalui pendekatan kontekstual learning. Kepada anak akan diperlihatkan bentuk asli dalam pembelajaran menggambar. Pendekatan ini dirasa perlu diterapkan untuk mengganti metode konvensional dalam pembelajaran menggambar di TK Melati.

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah penelitian: ”Apakah pendekatan kontekstual learning dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas menggambar di kelompok B TK Melati Desa Kenconorejo Kecamatan Tulis Kabupaten Batang?”.



C. Tujuan Perbaikan

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kreatifitas anak dalam menggambar dapat ditingkatkan melalui pendekatan contexstual learning di anak didik kelompok B TK Melati Desa Kenconorejo Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.

D. Manfaat Perbaikan

1. Anak mampu meningkatkan kreatifitas menggambar yang muaranya tertuju pada peningkatan fungsi otot-otot motorik halus anak.
2. Anak mampu menuangkan ide dan gagasan pada kertas gambar secara baik.
3. Menumbuhkan jiwa seni pada diri anak sejak dini.
4. Guru dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam memecahkan masalah menggambar.
5. Sekolah mempunyai cara baru dalam melaksanakan pembelajaran menggambar bebas di TK.

untuk dapat melihat secra keluruhan naskah silahkan klik DI SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar