Senin, 12 Oktober 2015

Materi ortek akreditasi 2015 Oktober 12

KATA PENGANTAR
Salah satu tugas pokok dan fungsi Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF)
adalah melaksanakan akreditasi terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Akreditasi adalah
kegiatan penilaian kelayakan satuan beserta program PNF berdasarkan atas kriteria yang telah
ditetapkan. Untuk menilai kelayakan tersebut disusun instrumen akreditasi yang mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2005, yang mencakup 8 (delapan) standar, yaitu 1) Standar Kompetensi Lulusan, 2) Standar
Isi, 3) Standar Proses, 4) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5) Standar Sarana dan
Prasarana, 6) Standar Pengelolaan, 7) Standar Pembiayaan dan 8) Standar Penilaian Pendidikan.
Khusus PAUD, Standar Kompetensi Lulusan menggunakan istilah Standar Tingkat Pencapaian
Perkembangan (TPP).
Instrumen akreditasi digunakan untuk memeroleh data berkaitan dengan 8 (delapan) SNP yang
menggambarkan kondisi PAUD secara obyektif. Untuk itu, instrumen ini harus diisi oleh pengelola
PAUD atau pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan PAUD. Jawaban terhadap
pertanyaan/pernyataan harus sesuai dengan prosedur akreditasi PAUD yang telah ditetapkan oleh
BAN-PNF.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.
BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN NONFORMAL
(BAN-PNF)
3
Petunjuk Umum
1. Sebelum mengisi instrumen akreditasi ini, Saudara harus membaca dan memahami Pedoma
untuk dapat m
enguduh materi silahkan klik DI SINI

Minggu, 26 April 2015



Sasaranà fokus pada keterampilan sosial anak yang meliputi:
Ø Keterampilan berkomunikasi
ØMenumbuhkan sense of humor
ØMenjalin persahabatan
ØBerperanserta dalam kelompok
ØMemiliki tata krama
 
§Empati à kemampuan menempatkan diri pada sisi orang lain
§Afiliasi à kebutuhan untuk bersama dengan orang lain
§Identifikasi à proses pengaruh sosial yg didasarkan ingin menjadi individu yang dikaguminya
§Self Acceptance àsikap menerima diri sendiri
§Social Acceptance à terpilihnya individu menjadi bagian dari suatu kelompok
§Penyesuaian diri àadaptasi terhadap lingkungan
§Disiplin àcara masyarakat mengajarkan tingkah laku moral  yang dapat diterima kelompok
untuk dapat mengambil materi ini klik di SINI

Senin, 13 April 2015

Dongeng Anak PAUD












Seekor ular berbisa, berhasil mengejutkan dan melilitkan dirinya pada seekor burung elang yang hinggap di pohon. Sang Elang yang tidak bisa mematuk dengan paruhnya ataupun mencakar sang Ular dengan cakarnya, naik terbang tinggi ke angkasa dan berusaha melepaskan lilitan ular tersebut. Tetapi sang Ular melilitnya makin kencang dan perlahan-lahan, sang Elang yang tercekik, kembali terbang turun ke permukaan tanah.
Satu orang desa yang melihat pertarungan ini, menaruh belas kasihan kepada sang Elang, dan dengan cepat ia menolong sang Elang, melepaskan lilitan ular hingga sang Elang dapat terbebas.
Ular berbisa yang tadinya melilit sang Elang menjadi sangat marah, dan karena sang Ular tidak memiliki kesempatan mematuk orang itu, sang Ular mematuk tempat air minum yang berada di pinggang warga desa tersebut, sambil mengeluarkan bisa dari taringnya yang tajam kedalam tempat air minum.
Orang desa yang tidak menyadari perbuatan sang Ular, melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Saat dia merasa kehausan di perjalanan, orang desa tersebut singgah pada sebuah sumber mata air yang ditemuinya dan mengisi tempat air minumnya dengan air. Saat itulah kepakan sayap yang besar terdengar turun menyambar, dan sang Elang yang tadi diselamatkan oleh orang desa ini, mengambil tempat air minum penyelamatnya, lalu membawa tempat air itu terbang jauh untuk disembunyikan di tempat yang tidak akan pernah ditemukan orang.
Perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik.








Nimmy Nimmy Not, Namaku Tom Tit Tot
Pada suatu masa, ada seorang wanita yang memasak 5 buah kue. Dan saat kue itu dikeluarkan dari oven, terdapat sedikit bagian pinggiran yang keras karena hangus. Karena itu dia berkata kepada putrinya:
"Putriku, simpanlah kue-kue ini ke atas rak, dan biarkanlah kue itu disana sementara waktu, karena bagian yang sedikit hangus, akan perlahan-lahan menjadi lunak nantinya."
Tetapi putrinya salah mendengarkan perintah ibunya dan menyangka ibunya menyuruh ia untuk memakan semua kue tersebut sehingga Ia pun memakan semua kue-kue itu sekaligus.
Saat makan siang tiba, sang Ibu meminta agar anaknya mengambil kue yang berada di atas rak, tetapi putrinya berkata bahwa kue tersebut telah habis di makannya. Sang Ibu menjadi sedikit kecewa, mengambil alat pemintalnya dan mulai memintal sambil bernyanyi:
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
"Putriku memakan 5 buah kue, 5 buah kue hari ini."
Seorang raja yang kebetulan lewat dan mendengarnya menyanyi, datang mendekat karena ingin mendengar lebih jelas syair lagu yang dinyanyikan oleh sang Ibu. Sang Raja pun bertanya, 
"Apa yang engkau nyanyikan, wahai ibu yang baik?"
Sang Ibu yang merasa malu apabila sang Raja mendengar apa yang diperbuat oleh putrinya, mengubah syair lagunya menjadi:
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Putriku memintal 5 gulungan emas, 5 gulungan benang emas hari ini."
"Wah!" kata sang Raja, "Saya tidak pernah mendengar ada orang yang mampu berbuat seperti itu."
Sang Putri dan makhluk hitam yang memiliki ekor panjangKemudian dia berkata lagi: "Saya sudah lama ingin mencari pendamping hidup, dan saya akan menikahi putrimu dengan  beberapa persyaratan," katanya lebih lanjut, "sebelas bulan pertama, dia boleh memakan apapun yang dia inginkan dan memakai pakaian dan gaun apapun yang dia sukai, memiliki pelayan berapapun yang dia inginkan; tetapi pada akhir bulan, dia harus memintal 5 gulungan emas setiap hari, jika tidak, putrimu akan saya 
selengkapnya klik di SINI